Panggilan Tak Terjawab

Samsul : Saya Pengen tahu sejauh apa Permaian DIA…..

 

Sebelum dia menghembuskan nafas terakhir, Samsul teringat dengan masa lalunya yang sering melewatkan banyak panggilan. Dan ketika Allah sudah memanggil lewat malaikat maut, kamu bisa Apa?…

“PANGGILAN TAK TERJAWAB”

Film sangat bagus untuk pembelajaran….

Mendidik Anak

Ustadz Adi Hidayat Lc, MA – Mendidik Anak Secara Islami

Ustadz Adi Hidayat Lc, MA – Mendidik Anak Secara Islami

 

 
Ustadz Adi Hidayat Lc, MA – Mendidik Anak Secara Islami

 

 

Manfaat Brokoli untuk kesehatan

Istri bekerja untuk apa..?

Dear Istriku…..

Persoalan pelik acap kali terjadi dalam rumah tangga ini dan yang sering terjadi pemicu perpecahan Rumah tangga,yakni terkait pemberian/sedekah/ bantuan istri kepada keluarganya baik orang tua atau keluarga baik pihak suami ataupun istri. Acapkali bantuan ini ditujukan kesalah satu pihak atau pun diberikan secara diam diam tanpa ijin suami, Apalagi bantuan ini dari hasil kerja Istri.

Kebanyakan Ulama mengatakan setuju bahwa istri bekerja adalah hartanya sendiri tidak perlu seijin suami jika memakainya.

Ada beberapa ulama yang lain berbeda, bahwa semua harus seijin suami. Karena awalnya istri bekerja adalah dengan ijin sang suami dan adanya hadist kepemimpinan suami dalam rumah tangga.

Yang menjadi persoalan adalah sikap diam-diam , gengsi, atau prasangka bahwa suami nanti tidak akan menyetujui atau melarang. Hal ini acap kali memicu kesalahpahaman dari suami.

mungkin memang dibutuhkan pemahaman dan komunkasi intens antar kedua belah pihak agar masalah ini tidak menimbulkan kecemburuan. Dan saling menghormati keluarga satu dengan yg lainnya. Melarang istri memberikan bantuan/sedekah adalah dosa krn setiap insan dianjurkan oleh agama untuk saling membantu dan bersedekah.

Ya Allah Berikanlah keberkahan…….

Amin…

Istriku…..

Istriku, engkau adalah perhiasan, beludru hijau, lambang pemujaan para sufi. Ketenangan sebuah keluarga ada di tanganmu.

Engkau adalah pasak yang dengannya sebuah sebuah gunung mampu berdiri tegak. Salam, keselamatan berlimpah kesejahteraan bagi mereka , suami yang memiliki istri shalehah.

 

Jadilah engkau seperti intan, mawar. Jangan engkau seperti benalu yang tidak berharga, seperti debu yang tak bernilai, sebagaimana yang dikatakan Iqbal si anak benua India……..

 

Hilangkan ketakutan luka dan gelisah

“Jadilah keras seperti batu

walau terus di hempas badai,

namun tegar bicara kebenaran”

“Jadilah sebuah Intan

Siapa bekerja keras dan menggenggam erat

Ia menang di dunia dan berhasil

 

Baik disini dan di akhirat kelak.”

……..

 

Tidakkah engkau perhatikan bagaimana sebutir intan, ia lebih mahal daripada batu sebesar apapun?

Engkau temui batu disembarang tempat, dijalanan. Dia di injak-injak manusia dan di lempar kesana kemari, sedang intan semayam di persembunyiannya, di dalam batu yang kokoh , di dalam guci yang indah, yang hanya keluar untuk sang pemiliknya.

 

Kemurnian intan selalu tetap terjaga; kesejukan sinarnya melebihi embun pagi di ujung daun. Dia tidak pernah berkarat. Lekukan wajahnya kian memancarkan ketenangan, namun dia kokoh melebihi bebatuan

……………..

Jadilah Intan, jangan jadi setetes embun

Jadilah raksasa di dunia, seperti gunung

Dan membawa jambul milikmu

……………..

Ayatullah khomeini pernah berwasiat , katanya ; “Ketenagan, ketentraman, kesejahteraan, kebahagiaan dan kemantapan hidup sebuah keluarga dikaitkan pada kaum wanita.Jika wanita menyia-nyiakan amanat dan gagal menuaikan kewajibannya, akan timbul pertengkaran, penyelewengan, kegelisahan, kelainan, kebencian dan kepahitan hidup”

Istriku, setidaknya dalam keluarga engkau telah menjadi mawar, yang menjaga kehormatannya sembari menebar bau wangi kesekelilingnya tanpa rasa bosan dan lelah.

Jangan kau gadaikan sinarmu dengan airmata dan jangan kau jual wangimu dengan penyesalan masa lalu. Jangan pula kau biarkan serangga mengoyak mahkotamu dan jangan kau biarkan tukang tambang menginjakmu dan membuat sinarmu padam.

“Jadilah seperti Intan, ! Jadilah seperti mawar !…

Jadilah diri yang berisi seperti mawar di taman

Jangan pergi ke kebun bunga untuk sebarkan baumu

Karena hidup adalah mengembangkan dirimu

Dan kumpulkan mawar dari ranjang bunga…

 

***

Jangan sampai cahayamu padam karena sebuah bola api kecil, karena seekor serangga yang haus, bola api dan serangga bukanlah halangan untuk tetap melebarkan sayap keindahanmu. Jangan sampai kesulitan hidup membuatmu menyerah…

***

Jika Anda ingin hidup, maka kehidupan itu berada ditengah-tengah bahaya.

Jika ada kesulitan , jangan menghindar darinya. Atasilah kesulitan-kesulitan itu.

Bahaya selalu merupakan suatu berkah yang tersembunyi karena akan mendatangkan yang terbaik untuk Anda…!

Nuansa Islami

Syahida.com – Menantu perempuan bisa memainkan peran besar dalam mengharmoniskan hubungan orangtua-anak. Antara lain dengan mengembangkan sikap-sikap berikut; mengutamakan kepentingan suami daripada kepentingan pribadi, memuliakan kerabat suami, dan meningkatkan sikap memuliakan orangtua suami (mertua), terutama ibu. Semua sikap ini tidak lain adalah perbuatan memuliakan suami dan bakti terhadap suami. Di samping itu, perbuatan tersebut dapat membahagiakan suami, memperkokoh ikatan suami-istri, dan memadamkan bara api fitnah.

Jika suami memiliki hak yang lebih besar daripada orangtua istri; bahwa suami diperintahkan oleh syariat untuk menjaga hubungan baik dengan kerabat, demi terjalinnya hubungan sosial di tengah umat, maka seorang istri pun ditekankan untuk menjaga hubungan baik dengan kerabat suami, untuk memperkuat jalinan suami-istri.

Selain itu, memuliakan orangtua suami – saa not mereka berusia lanjut – merupakan perilaku islami utama, yang menunjukkan kemuliaan jiwa dan kedermawanan seseorang, mendatangkan ridha suami, mendapat simpati kerabat suami, menghindarkan diri dari pertikaian dan perpecahan, dan membuka pintu terkabulnya doa bagi istri.Istri yang baik hendaknya tidak melupakan – sejak hari pertama berumahtangga –bahwa wanita yang dianggap sebagai pesaing dalam meraih kasih sayang suami, tidak lain adalah ibu suaminya. Bagaimana pun galaunya perasaan istri, ia tidak dibenarkan menutupi jasa baik ibu mertuanya. Dialah yang mengandung selama sembilan bulan, menyusi, memberi kasih sayang, serta penuh perhatian selama mendidik dan mengasuh suaminya hingga dewasa.

Ingatlah wahai istri, ibu mertua adalah ibu dari anak-anakmu juga. Dia adalah nenek mereka, yang memiliki keterkaitan amat erat. Maka, janganlah engkau memperlakukan ibu mertua seperti memperlakukan istri kedua suamimu, niscaya dia akan memperlakukan dirimu dengan perlakuan yang sama. Perlakuan ibu mertuamu kayaknya ibu kandung, niscaya dia akan memperlakukanmu sebagai anak. Barangkali ada sikap kasar dari ibu mertua, maka istri hendaknya bersabar dan tabah demi mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jika rumahtangga diliputi etika Islam, setiap anggota keluarga memahami hak dan kewajiban masing-masing, niscaya bahtera rumahtangga akan berjalan di jalur yang diridhai, dalam suasana bahagia sepanjang masa.

Sebagai seorang istri, engkau harus memaklumi bahwa cinta suamimu kepada kerabatnya lebih besar daripada kerabatmu. Maka, engkau harus berhati-hati agar tidak sampai menikam suamimu dengan cara merendahkan martabat, menyakiti, atau melalaikan hak-hak keluarga suami. Karena hal itu dapat menjadikan engkau dijauhi suami dan ia akan mendua.

Kelalaian istri dalam menghargai kerabat suami sama artinya dengan melalaikan suami itu sendiri.Lebih dari itu, suami yang mencintai kerabatnya dan berbakti kepada orangtua adalah orang yang mulia dan shaleh , yang layak dihormati, dihargai, dijunjung tinggi dan akan mendatangkan kebaikan bagi istri. Sebaliknya, suami yang tidak berbakti kepada orangtuanya, pada galibnya, tidak mampu berbuat baik kepada istri, anak atau kepada orang lain.

Wahai istri, jika engkau senang melihat suamimu berbuat durhaka kepada orangtua dan engkau pun tega berperilaku buruk kepada mertua, akankah engkau rela jika ibu kandungmu diperlakukan demikian oleh istri-istri saudara laki-lakimu?

Jika kelak engkau telah menjadi tua renta, tulang-tulangmu rapuh, dan rambutmu memutih, akankah engkau rela dirimu diperlakukan secara kejam oleh istri anak-anakmu?

Sikap istri yang shalehah dalam membantu suami untuk berbakti kepada orangtuanya – tentunya berkat taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, mampu memecahkan berbagai problematika rumahtangga, meredakan krisis keluarga, menjaga keharmonisan keluarga dan meredam amarah. Sebab, ketika orangtua merasakan adanya cinta yang tulus dan kasih sayang murni dari menantu perempuannya, mereka akan memelihara sikap baik tersebut.

Malah, kita dapat banyak orangtua yang mencintai istri anak-anaknya, seperti cinta mereka kepada anaknya sendiri, bahkan lebih. Hal ini tidak lain sebab adanya taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sikap bijaksana para istri berikut upaya keras mereka untuk menjaga sikap baik terhadap orangtua suami.

Di samping hal di atas, perlu dicatat bahwa bersabar atas perlakuan kasar orangtua suami dengan harapan akan mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyadari akan adanya balasan, akan menjadi faktor yang membantu istri untuk meraih simpati orangtua suami. Hal tersebut dapat ditempuh antara lain dengan memberi hadiah kepada orangtua suami, menjaga sikap sopan santun saat berbicara dan saat mereka bicara, lemah lembut dalam bertutur kata, membiasakan diri mengucap sakam dan menepati janji.

Hendaknya istri memberi nasihat kepada suami agar memberikan perhatian penuh kepada orangtua bahwa hatinya telah menjadi milik istri.

Bermunajatlah kepada Allah, agar Dia melunakkan hati orangtua Anda kepada istri Andan dan agar Allah memberikan kemudahan kepadanya dalam bergaul dengan mereka.

Wahai para istri, hayatilah pelajaran tersebut, niscaya dirimu akan mendapat pujian, sebutan yang baik di dunia, balasan setimpal, dan karunia yang tiada batasnya di akhirat kelak. [Syahida.com]

ERP

FAKTOR-FAKTOR KESUKSESAN IMPLEMENTASI

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)

Penelitian ini bertujuan untuk membahas implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) dan menentukan faktor-faktor kunci kesuksesan implementasi ERP Dari hasil pembahasan diperoleh empat faktor kunci kesuksesan implementasi ERP yaitu :

  1. bisnis proses yang matang,
  2. manajemen perubahan yang baik,
  3. komitmen manajemen mulai dari level manajemen sampai user sistem
  4. perubahan budaya organisasi.

Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan sistem terintegrasi yang mendukung aktivitas-aktivitas bisnis inti sebuah organisasi yang meliputi manufakturing, logistik, finansial, akutansi, penjualan, pemasaran, dan sumber daya maanusia. Sebuah sistem ERP akan membantu bagian-bagian dalam sebuah organisasi untuk berbagi data dan informasi, pengurangan biaya, dan perbaikan manajemen dari bisnis proses. Dengan keuntungan-keuntungan yang ditawarkan sistem tersebut, banyak perusahaan yang tergiur untuk mengimplementasikan.

Stratman dalam Aladwani (2001) menyatakan dibalik keuntungan-keuntungan tersebut, banyak juga sistem ERP yang mengalami kegagalan pada saat implementasi. Santoso (2003) menyatakan bahwa rata-rata kegagalan implementasi software ERP, SCM dan CRM didunia berdasarkan hasil survey adalah 50% sampai 70%. Dalam banyak tulisan, angka 70% dapat dikatakan ”standar” kegagalan yang dapat diterima bersama dalam proyek IT. Selanjutnya, Standish Group menyatakan hanya 10% perusahaan yang berhasil menerapkan ERP, 35% proyek dibatalkan dan 55% mengalami keterlambatan. Kondisi tersebut dialami juga oleh perusahaan di Indonesia, banyak yang bernasib sama dengan perusahaan di luar negeri yaitu mengalami kegagalan implementasi ERP setelah berinvestasi besar-besaran. Namun kegagalan tersebut jarang terungkap karena rata-rata perusahaan malu mengungkapkan detil kegagalan yang akan menurunkan citra perusahaan dan mengecewakan para konsumen dan shareholdersnya.

Banyak perusahaan yang ingin mengimplementasikan ERP hanya mendengar hal-hal positif dari vendor, tetapi tidak memahami kesulitan-kesulitan yang terjadi serta biaya yang dibutuhkan untuk implementasi selain biaya software sehingga sering underestimated. Organisasi perlu mengetahui perubahan-perubahan yang akan terjadi jika implementasi ERP akan dilakukan, diantaranya :

1.      Banyak pekerjaan yang akan diotomasi sesudah implementasi sehingga mengurangi fleksibilitas dalam mengoperasikan sebuah bisnis.

2.      Kata ”Enterprise” dalam ERP mengandung makna apa yang terjadi di satu area akan memiliki efek beriak pada area lain.

3.      Sistem ERP cenderung menggantikan sistem lama baik pada level taktis maupun manajemen. Segala sesuatu harus dijalankan secara konsisten yang berarti cara yang diterapkan dalam menjalankan sesuatu harus sama untuk semua area. Disamping itu perlakuan khusus yang akan dilakukan pada satu area tidak akan terwujud tanpa merubah konfigurasi sistem.

Hal-hal inilah yang sering tidak dimengerti oleh sebuah perusahaan dan selanjutnya terjebak pada saat mengimplementasikan.

Beberapa penyebab kegagalan implementasi ERP adalah :

1.      Manajemen perubahan dan training.

Biasanya kesulitan terbesar terletak pada perubahan praktek pekerjaan yang harus dilakukan. Disamping itu training yang melibatkan banyak modul seharusnya dilaksanakan seawal mungkin.

2.      To BPR or not to BPR.

Perusahaan harus memilih antara merubah bisnis proses untuk menyesuaikan sistem atau sebaliknya, dengan implikasi berupa biaya dan waktu untuk merubah sistem.

3.      Perencanaan yang buruk.

Perencanaan harus mencakup beberapa area seperti hal-hal bisnis dan ketersediaan user untuk membuat keputusan pada konfigurasi sistem.

4.      Meremehkan keahlian IT.

Implementasi ERP membutuhkan keahlian staff ditingkatkan dengan baik.

5.      Manajemen proyek yang buruk.

Hanya sedikit organisasi yang mengimplementasi ERP tanpa melibatkan konsultan. Namun sering kali konsultan melakukan perbuatan yang merugikan kliennya dengan tidak membagi tanggung jawab.

6.      Percobaan-percobaan teknologi.

Usaha-usaha untuk membangun interface, merubah laporan-laporan, menyesuaikan software dan merubah data biasanya diremehkan.

7.      Rendahnya keterlibatan Eksekutif.

Implementasi membutuhkan keterlibatan eksekutif senior untuk memastikan adaya partisipasi yang terdiri dari bisnis dan IT dan membantu penyelesaian konflik-konflik.

8.      Meremehkan sumber daya.

Sebagian besar budget melebihi target terutama untuk manajemen perubahan dan training user, pengujian integrasi, proses-proses pengerjaan ulang, kustomisasi laporan dan biaya konsultan.

9.      Evaluasi software yang tidak mencukupi.

Organisasi biasanya tidak cukup memahami apa dan bagaimana software ERP bekerja sampai mereka sepakat untuk membeli.

Untuk mengatasi tersebut ada dua cara yang disarankan oleh Turbit (2005) yaitu melakukan perubahan budaya dan manajemen perubahan yang baik. Beberapa perubahan budaya yang harus dilakukan organisasi diantaranya :

1.      Karyawan / user harus merubah fokus dari pekerjaan milik saya menjadi pekerjaan keseluruhan organisasi.

2.      Perubahan budaya biasanya memerlukan waktu beberapa hari

3.      Perubahan dari sistem lama yang mempunyai fleksibilitas tinggi (misal dalam pengambilan keputusan) dan tidak menaruh perhatian pada konsistensi menjadi sistem baru yang menaruh perhatian pada konsistensi.

Sedangkan literatur-literatur yang membahas mengenai manajemen perubahan dalam implementasi ERP juga sudah cukup banyak diantaranya Aladwani (2001). Aladwani (2001) membuat sebuah kerangka konseptual dan model untuk mengelola perubahan-perubahan dalam implementasi ERP.

Parr and Shanks (2000) mengatakan bahwa ada lima alasan mengapa implementasi ERP gagal yaitu :

1.      Strategi operasi tidak mendorong perencanaan dan pengembangan bisnis proses.

2.      Waktu implementasi lebih lama dari yang diharapkan.

3.      Aktivitas persiapan pra-implementasi tidak berjalan dengan baik.

4.      Orang tidak dipersiapkan dengan baik untuk menerima dan mengoperasikan sistem baru.

5.      Biaya implementasi lebih besar daripada yang diantisipasi.

 

1.      Komitmen manajemen agar implementasi berhasil sehingga yang dipertimbangkan tidak lagi apakah Software tersebut yang ”The Best”.

2.      Proses mapping dilakukan karena bisnis proses curent dan to be. Tahap selanjutnya yang dilakukan adalah mengkaji efek dalam jangka panjang dan pendek terhadap pemilihan bisnis proses yang akan dipakai.

3.      Perubahan bisnis proses dan implementasi ERP menyebabkan perubahan-perubahan dalam struktur organisasi berupa bertambahnya job discription dan unit-unit kerja baru yang berfungsi untuk mendukung implementasi ERP.

4.      Aplikasi ”Change Management” untuk mengelola perubahan-perubahan yang terjadi dengan adanya implementasi ERP.

 

Kendala-Kendala dalam Implementasi ERP

Beberapa kendala yang dihadapi dalam implementasi dikategorikan menjadi 3 aspek :

1.      Teknis,

Diantaranya masalah bahasa dan perubahan dari model hard copy menjadi model display.

�  Penggunaan Software ERP menuntut terminologi istilah yang sama sehingga istilah-istilah dalam produksi, penjualan, dll yang digunakan harus dirubah sesuai istilah-istilah dalam ERP yang berbahasa Inggris.

�  Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pihak manajemen secara tradisional dilakukan dengan menggunakan model hard copy dimana Manajer menandatangani tumpukan kertas yang dimejanya dipaksa untuk membuka komputer karena proses Approval dilakukan melalui media tersebut (model display).

2.      Budaya,

Implementasi ERP yang berbasis penggunaan teknologi menuntut perubahan-perubahan yang harus dilakukan karyawan diantaranya harus aware terhadap penggunaan software tersebut (sebagai contoh selalu update data).

3.      Politik,

Kendala yang menghambat implementasi berasal dari dalam tubuh departemen IT sendiri dan dari luar departemen.

�  Sebagian besar karyawan IT merasa pekerjaannya akan hilang karena digantikan oleh sistem tersebut. Hal ini dikarenakan sebelum penerapan sistem ERP, bagian IT inilah yang bertanggung jawab untuk membuat aplikasi-aplikasi sesuai dengan kebutuhan user disemua departemen. Beberapa karyawan di luar departemen IT juga merasa terancam dengan berkurangnya kekuasaan karena sebagian pekerjaan akan dilakukan oleh software ERP.

�  Dengan alasan politis tertentu, beberapa unit kerja yang sebenarnya bisa dihapus tidak dapat dilakukan.

�  Keengganan user atau karyawan departemen lain pada saat diimplementasikan software karena adanya unsur ”ketidakpercayaan” terhadap departemen IT. Ketidakpercayaan tersebut timbul karena ketakutan bahwa data-data atau laporan-laporan rahasia mereka akan diketahui oleh bagian IT selaku administrator.

Usaha-Usaha Mengatasi Kendala Implementasi

Untuk mengatasi kendala tersebut, ada beberapa hal yang telah dilakukan

1.      Implementasi Change Acceleration Project (CAP) untuk mengelola perubahan-perubahan yang terjadi dalam implementasi ERP.

2.      Pendekatan dengan user sebelum penerapan sistem ERP melalui presentasi-presentasi untuk menunjukkan kelebihan-kelebihan implementasi sistem tersebut.

3.      Pengembangan Sistem Recovery dalam Implementasi ERP.

Strategi-strategi yang dilakukan untuk memastikan bahwa sistem ERP ini berjalan dengan baik serta informasi yang diperoleh dapat dimanfaatkan kapanpun, diantaranya :

�  Memiliki network untuk PCP dengan banyak pilihan.

�  Memilih server yang handal, MIC dan Hard disk bersifat redundant sehingga kalau terjadi kegagalan masih bisa berjalan.

�  Melakukan ”Risk Assesment” dengan memetakan titik-titik yang rawan jika terjadi disaster.

�  Melakukan Backup data dari server dengan menggunakan cold backup. Dengan cara ini maka data dibackup setelah kurun waktu tertentu, tidak secara real time. cold backup dengan pertimbangan diantaranya biaya implementasi dengan Hot backup sangat mahal dan membutuhkan server yang lebih banyak (dua buah server).

�  Meletakkan Backup site di tempat yang cukup jauh dengan letak server. Hal ini terutama untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak dapat diprediksikan seperti kebakaran, jika lokasi backup dan server masih dekat maka tidak akan ada gunanya proses backup dilaksanakan..

�  Melakukan analisa kelayakan untuk pembangunan Disaster Recovery Center (DRC).

�  Memberikan alat pengamanan di gedung, sebagai contoh dengan menyediakan alat pemadam kebakaran disekitar ruang server.

 

Hasil-Hasil Setelah Implementasi ERP

Dengan implementasi yang telah dilaksanakan ada beberapa perbaikan yang diperoleh diantaranya :

�  Mempercepat proses order dari distributor sehingga membantu meningkatkan penjualan

�  Mempercepat waktu pembuatan laporan keuangan, dari sebelumnya per tanggal lima belas menjadi tanggal lima sudah tercetak semua laporan.

�  Meningkatkan keakuratan informasi.

 

Menurut Turbit (2005), salah satu penyebab kegagalan implementasi ERP adalah :

1.      Bisnis Proses.

Dengan menerapkan ERP, maka perusahaan harus memilih antara merubah bisnis proses yang dimilikinya untuk menyesuaikan dengan sistem ERP atau sebaliknya. Agar dapat memilih, perusahaan yang akan mengimplementasikan ERP tentunya harus sudah mempunyai bisnis proses sehingga dapat membandingkan dengan bisnis proses dari sistem ERP. Dari perbandingan tersebut, jika bisnis proses yang dimiliki perusahaan sudah matang maka tidak banyak perubahan yang dilakukan.

2.      Dengan implementasi ERP maka diperlukan perubahan-perubahan budaya organisasi terutama dikaitkan dengan cara bekerja.

Beberapa contoh perubahan yang ada diantaranya adalah proses approval dari model hardcopy menjadi model display sehingga menuntut manajer tidak gaptek dengan teknologi. Perubahan yang lain misalnya karyawan dituntut terus menerus untuk mengupdate data karena informasinya diberikan oleh sistem ini harus bersifat real time. Dengan berjalannya waktu ternyata semua pihak dapat melakukan perubahan budaya organisasi sehingga user lebih siap dalam mengoperasikan sistem yang baru.

 

Turbit (2005) menyatakan bahwa kunci kesuksesan dalam implementasi ERP adalah :

1.      Manajemen perubahan yang baik. Manajemen perubahan sangat diperlukan untuk memberikan pendidikan kepada user yang akan bersentuhan langsung dengan sistem yang baru. Secara praktek, untuk mengelola perubahan-perubahan tersebut perusahaan dapat mengadopsi beberapa metode yang ada diantaranya Change Acceleration Project (CAP) atau model yang diusulkan oleh Aladwani (2001). Dari penjelasan pada sub bab implementasi ERP dapat dilihat bahwa perusahaan tersebut telah mengelola perubahan-perubahan dengan cukup baik, terbukti dengan dilakukannya aktivitas berikut :

�  Mengelola perubahan-perubahan yang terjadi sebagai akibat implementasi dengan mengadopsi CAP.

�  Melakukan pendekatan-pendekatan kepada departemen yang akan diimplementasi untuk mendapatkan komitmen. Komitmen ini sangat penting untuk meyakinkan bahwa mereka akan menggunakan dan mendukung sistem ERP. Disamping itu pendekatan kepada departemen dilakukan untuk mengatasi kendala politis yang diakibatkan ketakutan akan kehilangan pekerjaan, keraguan akan manfaat dari implementasi sistem tersebut dan sebagainya.   

Dari pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa faktor kunci kesuksesan implementasi ERP yaitu :  

1. Bisnis Proses yang matang.

Syarat mutlak bagi sebuah perusahaan yang akan mengimplementasikan ERP. ERP tidak akan dapat diimplementasikan di sebuah perusahaan yang tidak memiliki bisnis proses yang jelas.

2. Manajemen Perubahan yang baik.

Implementasi sistem ERP akan selalu diikuti dengan perubahan dalam perusahaan tersebut. Manajemen perubahan sangat diperlukan untuk memberikan pendidikan kepada user yang akan bersentuhan langsung dengan sistem yang baru. Pendidikan dan penjelasan yang perlu diberikan diantaranya mengenai alasan perusahaan tersebut perlu mengganti sistem, seberapa efektif sistem baru ini jika diimplementasikan dan masalah-masalah apa di sistem lama yang akan bisa diselesaikan dengan sistem baru tersebut.

3. Komitmen mulai dari level manajemen sampai ke user.

Implementasi ERP dalam sebuah perusahaan akan membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran yang banyak sehingga komitmen dari manajemen puncak sampai user yang akan bersentuhan langsung dengan sistem menjadi mutlak diperlukan.

4. Perubahan budaya organisasi.

 

SALES ORDER

Sales Order Control and Best Practice Tips

[1]. Access Level Capability

Pada saat memilih accounting software atau integrated financial information system pertama kalinya, pakailah system/software access level management supported, system yang memungkinkan untuk mengatur level access bertingkat, sehingga pemisahan fungsi secara horizontal maupun tingkat otorisasi secara vertical bisa diatur. Saya rasa sebagian besar accounting software/system dewasa ini sudah memiliki kemampuan seperti ini, tetapi mungkin juga tidak sedikit yang belum.

[2]. Online Payment System Module

Pada saat memilih accounting software atau FIS terintegrasi, pilihlah software atau system yang memiliki modul “Online Payment System”, walaupun saat ini mungkin belum anda butuhkan, tetapi kedepan, flexibility dalam pembayaran akan menjadi competitive factor yang semakin tinggi demand-nya dalam dunia business. Di global market seperti saat ini (dan yang akan datang) system pembayaran conventional sudah semakin ditinggalkan, cut-off waktu transfer, carrying fund cost, menandatangani lembar-lembar check, mengirimkan orang ke bank untuk antri berjam-jam, semakin diyakini sebagai useless activities yang tidak memberikan value added bagi siapapun. Sehingga dimasa masa yang akan datang akan smekain dikurangi, dan jawabannya adalah Online Payment System”.

Online payment system mungkin akan menyediakan berbagai pilihan system pembayaran: mulai dari credit card authorization and settlement, integrated net banking system. Semua itu sebaiknya terintegrasi dengan baik di dalam system informasi keuangan (read: accounting software). Jika ada accounting software yang belum terintegrasi seperti itu, percayalah, dia tidak akan bisa bertahan hingga 5 tahun ke depan.

(Mengenai cara memilih accounting software yang sesuai, anda bisa membaca tips lengkapnya di: How to Choose The Right Accounting Software/system)

 

[3]. Credit Record System

Jika ada penjualan yang menggunakan pembayaran memakai credit card, maka sebaiknya accounting software anda (khususnya customer maintenance/set-up) hendaknya menyediakan field ”Credit Card Supplement Panel” yang menyertai field lainnya. Di dalam credit card panel, biasanya mengandung informasi-informasi: credit card number dan epiration date-nya.

Supplement panel ini akan menjadi sangat effective jika disertai oleh ”Credit Limit Reminder” yang akan memunculkan alert jika ada customer yang telah melewati batas credit limitnya di input pada saat melakukan sales order entry.

Menu lain yang tak kalah pentingnya adalah ”Customer Memo” yang memungkinkan user untuk memasukkan catatan-catatan penting sehubungan dengan proses pembayaran customer (i.e.: sekali waktu mungkin credit card settlement tertolak, sekali waktu mungkin ada kasus NSF=Not Sufficient Fund muncul pada saat staff melakukan credit card settlement.

Semua itu dimasukkan ke dalam customer memo yang akan menjadi historical record per customer. Feature-feature ini akan sangat berguna nantinya jika management hendak melakukan ”credit Checking” maupun ”Customer Ranking/benchmarking”.

Apakah Financial Information System (Accounting Software) yang anda gunakan memiliki capability seperti itu? Jika tidak, bersiap-siaplah untuk re-invest lagi dalam 2-5 tahun ke depan :)

 

[4]. Assign to Middle Up Level Management Access Only For Customer Maintenance

Jika FIS (Financial Information System) yang dipakai memungkinkan untuk pengaturan otorisasi bertingkat, sebaiknya Top Management (Financial Controller or CFO) membuat setting agar menu “Customer Maintenance” atau “Customer Set-Up” hanya bisa di-access oleh management level yang memiliki kapasitas yang cukup (middle up level or key staff yang dipercaya).

You ask me Why?

Customer record detail mengandung informasi-informasi yang sangat sensitive mengenai customers, dimana informasi sensitive ini sebaiknya hanya diketahui oleh key staff atau middle up management level yang telah teruji skill, ethic dan attitudenya di dalam menjaga kerahasiaan semacam ini. Jika tidak, mungkin hal-hal berikut ini akan terjadi:

  1. Data pelanggan dicuri oleh staff yang tidak bertanggung jawab untuk keperluan pribadinya.
  2. Jika ada data customer yang mengadung credit card number, sangat mungkin credit customer dibobol. “You are in deep sushi” (Istilahnya Guy Kawasaki :) ).

 

[5]. Assign Sales Order Entry Process to a high skilled staff only

Saya berani mengatakan bahwa “Customer Set-up dan Sales Order Entry adalah hulu dari semua administrasi operasional perusahaan”. So, sales order entry harus dikerjakan oleh seorang key-staff (administrator) yang telah teruji tingkat accuracy-nya.

 

[6]. Provide sufficient procedure and check list for sales order entry process

Pun demikian, tetap dibutuhkan entry procedure and checklist yang telah teruji dan terverifikasi dengan baik juga. Salah dalam sales order entry akan mengakibatkan banyak kesalahan-kesalahan berantai untuk proses-proses selanjutnya: purchase order, bill of materials, inventory valuation, akan salah semua. Those are huge financial disaster!

 

[7]. Price Verification

Salah satu step dalam sales order entry yang sering lupa dilakukan oleh staff adalah: price verification. Staff memasukkan unit price barang mengikuti purchase order yang diterima begitu saja, tanpa membandingkannya dengan “Item Master File” yang mengandung initial price barang. Jika ditemukan perbedaan unit price antara purchase order dengan item master file (harga aslinya), maka staff hendaknya langsung memverifikasinya ke account executive atau account officer yang menangani customer tersebut. Jikapun account officer confirm bahwa deal harga memang berubah, maka sales order entry untuk item ini harus disertai notes khusus yang nantinya akan menjadi perhatian financial controller pada saat melakukan pemeriksaan sales order.

So, sudah pasti point ini harus masuk di dalam procedure and check list sales order entry process.

 

[8]. Pre-validation verification

Sebelum sales order di mintakan validasi atau di printout untuk ditandatangan oleh petugas yang diberi wewenang, biasakanlah untuk selalu memeriksa ulang, bandingkan dengan purchase order yang diterima dari customers. Jika sudah benar, maka bisa dimintakan validasi atau di printout untuk dimintakan tanda tangan. Management hendaknya memastikan bahwa langkah akhir ini juga telah masuk ke dalam procedure and check list

Videokeman

videokeman mp3
Erick Santos – My Love Is Here Song Lyrics

10 Jenis Kesalahan Programmer Accounting

Menjadi programmer accounting bukan pekerjaan mudah. Kalau ditilik secara jelas, banyak aturan akunting yang tidak dipahami, sehingga banyak programmer mengambil jalan pintas.

10 jenis kesalahan programmer akunting antara lain :

1. Perhitungan HPP
Banyak programmer akunting lebih menyukai methode penilaian barang (costing methode) menggunakan methode rata-rata bergerak (Average), programmer lebih senang menghindari methode FIFO atau LIFO. Methode average memang lebih mudah, karena tidak perlu menentukan kondisi barang yang akan dijual, entah yang pertama atau yang terakhir, walhasil perhitungan HPP pada sisi akunting (ledger) lebih banyak bermasalah. Perlu diteliti kembali jenis barang yang dijual, jika cepat rusak (misal makanan), lebih tepat digunakan FIFO. Beberapa software akunting sudah saya uji coba, 80% umumnya bermasalah. Untuk software skala enterprises perhitungan costing methode bisa dibilang sangat akurat, untuk software retail selalu bermasalah.

2. Otomasi antara Bagian

Setiap proses akunting selalu terkait antar satu bagian. Misalnya antara pembelian dan penerimaan barang memiliki keterkaitan yang sangat kuat. Di sini biasanya programmer terlalu kaku mengikuti aturan yang diset oleh analisis akunting. Programmer umumnya membuat satu for entry pembelian dan satu entry penerimaan barang. Sementara pada penerimaan barang tidak tersedia referensi ke pembelian dan umumnya kalaupun ada, hanya dapat di set untuk satu pembelian. Hasilnya , sudah bisa dipastikan aplikasi hanya berfungsi sebagai data entry tanpa adanya kemampuan tracking atau pelacakan secara runut dari pembelian ke penerimaan barang dan kolborasi antar proses menjadi mentah.

Kondisi yang semakin parah terjadi jika aplikasi terpasang pada beberapa komputer, komputer A memasukan data, yang seharusnya data ini akan tampil pada komputer B sesuai dengan form yang aktif, user harus menutup form dahulu atau membatalkan proses yang sedang dilakukan dan melakukan refresh ..

3. Kontrol Batas waktu

Pada akuntansi dikenal adanya leadtime, due date dan proses jadwal pengiriman atau penerimaan atau pembayaran. Banyak aplikasi tidak menyertakan kondisi ini pada sisi informatif, sehingga user tidak perlu sibuk melakukan preview rekap laporan. Informasi ini sebaiknya dapat di set dengan setting batas waktu untuk menampilkan entah Popup informasi atau general info yang bersifat realtime

4. Kalkulasi Satuan Unit

Yang satu ini hampir 100% bermasalah hampir di semua aplikasi akunting. Gimana tidak, satuan unit yang bisa digunakan umumnya hanya menggunakan satuan besar dan satuan kecil dan tidak terdapat satu set default satuan untuk penjualan, pembelian persediaan dan satuan dasar. Pada saat penerimaan barang yang diterima cuma 11 item dari 1 box yang berisi 12, user dipaksa untuk melakukan pembagian yang kita ketahui perkalian pada sistem komputer akan menghasilkan nilai eksak ketimbang pembagian.

5. Akses Modul
Software retail jarang dilengkapi dengan akses modul dan entry secara lengkap, baik penambahan , edit, update atau hapus dan view. Coba periksa aplikasi akuntansi anda, apakah ada kondisi seperti ini ?

6. Periode Akuntansi
Akuntansi merupakan suatu proses periodik, mulai dari pembelian, stock opname dan closing selalu berdasarkan 1 periode akuntansi. Programmer sepertinya tidak kenal dengan istilah periode, data bertambah terus dan tidak dibatasi dengan periode. Database akan menjadi lamban semakin lama digunakan..

7. Akses Kemudahan
Kalau melihat iklan software akunting, banyak sekali vendor yang mengklankan bahwa produk software akuntingnya sangat mudah. Loh ? apanya yang mudah ? untuk melihat data outstanding saja , harus mencetak laporan dahulu atau preview. atau untuk melakukan modifikasi data terakhir yang dientry saja harus melalui banyak tahap, padahal kondisi ini dapat dilakukan jika terdapat link informasi yang sekali klik dapat langsung menampilkan data terakhir.

8. Harga ditampilkan pada form yg tidak semestinya
Nah, yang satu ini lebih lucu lagi…sebagai contoh, pada penerimaan barang ditampilkan juga harga barang. yang semestinya harga ini tidak boleh diketahui oleh bagian gudang. Dan tidak cuma pada form tersebut, banyak form entry yang sebenarnya tidak boleh menampilkan kondisi tersebut.

9. Struktur Akun tidak standar
Standa akunting umumnya terdiri atas 7-8 kategori akun. Pernah satu kali, ketika mereview software akuntansi ditemukan kondisi yang membingungkan dimana kategori akun sampai 18 kategori…ck..ck..ck…ini sangat menyesatkan pemakai.

10. Tanpa fungsi pencarian data
untuk yang satu ini gak banyak komentar, hampir semua aplikasi akunting tidak dilengkapi dengan kemudahan fungsi pecarian data ..

Saran untuk para developer software akunting.
Sebaiknya sebelum aplikasi anda terbitkan, perlu sebaiknya dikaji ulang kondisi kondisi spesifik di akunting. Untuk programmer
sangat diperlukan pemahaman mengenai akunting dan untuk analisa akunting sebaiknya juga memahami proses-proses
otomasi pada sistem komputerisasi.

Untuk para pelaku bisnis pengguna software, perlu pertimbangan lebih matang mengenai spesifikasi software yang akan dibeli. Sewa jasa seoarang analisis akunting yang menerti proses otomasi dan management terkomputerisasi …